Eksotisme Rumah Eklektik Terakota

Share

terakota-1

Tibet, India, Meksiko, Spanyol hanyalah beberapa negara yang dikunjungi Sonny Muchlison untuk memenuhi passion-nya akan barang-barang unik. Di kediaman fashion consultant kawakan ini, nuansa tradisional yang hangat berpadu dengan eklektisme benda-benda dari beragam negara. Dominasi unsur kayu, warna Merah, aplikasi terakota membuat rumah seluas 190 m2 ini nyeni sekali. “Kalau orang Interior datang ke sini, mereka cuma manggut-manggut aja sambil komplain ini-itu,” cerita Sonny, begitu panggilan akrab pria yang telah meraih gelar Master dalam Urban Culture Study ini.

Dominasi Merah – Terakota
Dari depan, rumah ini tampak mungil dan tertutup. Dibuka dengan undakan dan kolam ikan, bagian Teras rumah Sonny serasa rindang dengan jejeran pohon besar. “Aku biarkan tumbuh alami, kan nanti view-nya buat aku juga,” imbuh Sonny. Dengan pintu utama berupa pintu tradisional Jawa, Sonny menyambut tamu dengan dekorasi Ruang Penerima yang eksotis. Sofa aneka gaya, lampu gantung, lemari pajang warna-warni, sampai konsol tempat sembahyang umat Buddha.

Dapur disembunyikan Sonny dengan menyajikan dekorasi ruangan romantis dengan konsol kayu jati besar. Dominasi warna Merah pada mayoritas furnitur, knick-knacks dan dekorasi lain berpadu apik dengan eksposi terakota di lantai satu. Lantai dua bisa dibilang sebagai galeri. Kamar Tidur Utama memiliki akses khusus ke lantai mezzanine. Mezzanine warna Merah difungsikan sebagai Ruang Baca dan wardrobe menjadi atraksi paling mencolok.

Cerita tujuh gebyok
Saking cintanya dengan sentuhan tradisional, rumah Sonny punya tujuh gebyok! Semuanya diletakkan Sonny dengan apik. Akses masuk ke Ruang Makan, Ruang Tamu, Ruang Keluarga, Mezzanine, Pintu Kamar Tidur Tamu, Ruang Baca, dan Pintu Teras menjadi showcase dari tujuh gebyok ini. Ukiran kayu yang eksotis pada gebyok seperti memberikan nyawa rumah. Karakter pemiliknya yang seorang seniman terasa memperkuat tema interiornya. Bukan hanya itu, Sonny juga punya lima pintu Bali kuno yang didapatnya dari pasar loak pinggir jalan beberapa tahun silam.

Rumah pamer murah
Cerita Sonny tentang sejarah rumah yang terletak di bilangan Bintaro ini memang tidak ada habisnya. Rumah yang dibangun Sonny sejak 1995 ini bukan rumah mewah dengan perabot mahal. Menurut Sonny, barang-barang di dalam rumahnya banyak didapat dari hasil travelling-nya ke berbagai kota. Ada juga benda-benda peninggalan keluarga. Beberapa furnitur bahkan didapat Sonny dari hadiah, hibah bahkan surprise dari koleganya. Mayoritas furnishing dalam rumah ini adalah hasil barang daur ulang, tak terpakai, dan karya Sonny. Sebut saja, motif di dinding, pintu, leemari pajang dan lain-lain. ”Rumah ini bukan rumah showcase. Temanya itu 'makin padat makin suka'. Aku sebut rumah ini 'Rumah Pamer Murah',” ucap Sonny sembari tertawa.

terakota-2terakota-3


Share

Add comment


Security code
Refresh

mbi-bintang-online mbi-tabloid-bintang mbi-bintang-home mbi-home-living mbi-aura mbi-wonder-teen