Eyrie Houses

 

Cheshire Architects boleh dibilang tim arsitek yang tidak hanya mementingkan ambisi mereka dalam berkarya. Ada banyak hal yang mereka jadikan bahan perenungan untuk kemudian dijadikan pertimbangan pada proses kreatif yang sedang dijalani. Contohnya adalah hunian Eyrie Houses yang memiliki dua massa bangunan dan berlokasi di Kaiwaka, New Zeland ini. Mereka menyebut proyek ini sebagai polemik sekaligus pelarian.

Isu lingkungan

Sudah menjadi sebuah keharusan bagi seorang perancang bangunan untuk memperhitungkan

kondisi lingkungan di hari esok ketika memutuskan untuk membangun sebuah hunian. Hal inilah yang menjadi landasan Cheshire Architects saat merancang Eyrie Houses. Ada kegusaran ketika pihak perizinan setempat melarang pembangunan Cabin seluas 29 meter persegi namun mengizinkan pembangunan rumah seluas 1.500 meter persegi. “Holiday Homes telah menjadi kemerosotan bangsa ini,” tulis mereka pada halaman Archdaily. Mereka menginginkan kondisi pesisir pantai di New Zealand yang tetap terjaga di masa depan. Terutama dalam hal kepadatan penduduk dan erosi.

Small boats in a sea of grass

Luas total kedua bangunan Eyrie Houses adalah 58 meter persegi. Jauh lebih kecil dibanding villa-villa yang ada di sekitar Kaiwaka. Cheshire Architects menggambarkannya sebagai dua buah kapal kecil yang mengambang di lautan ilalang. Terdiri dari dua massa bangunan, area servis dan privat terpisah cukup jauh. Fasadnya diselimuti panelpanel kayu berwarna Hitam arang. Meski dari luar tampak dingin dan plain, suasana pada interiornya berkebalikan. Dominasi kayu pada dinding, tangga, lantai hingga furniturnya menghasilkan ambience yang hangat. Uniknya lagi, kedua hunian ini tidak memiliki pintu.

Comments

Leave a Comment

Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi bintanghome.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Required fields are marked with