Hug Shaped House

Di jantung desa Malveira da Serra, Alcabideche, Portugal, sebuah hunian berbentuk U berdiri anggun di atas lahan seluas 200 m2. Tipologi bangunannya menyerupai lengan yang terbuka, seperti hendak memeluk yang memasukinya.

Proses perencanaan bermula ketika sang arsitek, Pedro Quintela, sering mengunjungi Malveira da Serra dan menaruh hati pada sebuah lahan. Pada 2008, ia mendapatkan panggilan jiwa untuk mencari tahu pemilik lahan ini. Setelah mengetahui nama pemilik dan tempat tinggalnya, ia kemudian pergi ke lokasi yang diberitahukan. Di tengah jalan menuju lokasi, ia bertanya pada seorang pria, yang secara mengejutkan, adalah pemilik lahan itu.

Pile of rocks

Bagi Quintela, gundukan batu pada lahan tersebut merupakan nilai lebih yang tak ingin ia hilangkan. Ia mempelajari lebih jauh kondisi lahan tersebut dengan lebih intim dan menyiasati setiap celah dan sudut yang ada.

Ia memperlakukan gundukan batu tersebut sebagai benda peninggalan yang harus diperkenalkan pada kehidupan baru, hunian baru. Material lokal lain yang ia manfaatkan yaitu kayu pinus dan granit dari Sintra.

Lama pengerjaannya yaitu dua tahun dengan hanya mengandalkan 5 orang pekerja yang selain sama antusiasnya, juga memiliki skill, disiplin, kebanggaan dan pemahaman yang baik terutama untuk pekerjaan detail.

Intuisi

Antusiasme dan kesungguhan menggarap proyek ini, mengharuskan Quintela untuk tinggal di kawasan itu selama proses pembangunan. Selain agar lebih dekat, juga agar ia mampu melebur dengan kondisi sekitar lahan, sehingga memberinya banyak inspirasi dalam mentransformasi lahan tersebut.

Hasilnya, berbagai detail terlihat selaras dengan lingkungan sekitarnya. Metode intuitif diandalkan dalam proses merancang hunian ini. Klien yang ia tangani adalah lahan itu sendiri. Ia mengaku banyak menghabiskan waktu dengan lahan tersebut. “Mendengarkan” sang lahan yang “berbicara halus” kepadanya tentang bagaimana ia ingin ditransformasi.

Proses evolusi

Meski menggunakan pendekatan holistik, hunian ini terbangun dengan identitas yang kuat. Menciptakan keindahan, kejujuran dan nilai-nilai yang mengagumkan. Quintela percaya, arsitektur merupakan “proses evolusi” selayaknya evolusi alami kehidupan.

Sehingga ia menginterkoneksikannya dengan tiga fase, Adaptasi, Transformasi dan Kristalisasi. Ia yakin, hanya dengan metode seperti ini karyanya akan menjadi otentik tanpa harus kehilangan rasa hormat kepada “The Spirit of The Place”.

Comments

Leave a Comment

Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi bintanghome.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Required fields are marked with