SCG Bangun Tiga Ruang Publik di Bangsaen

Menggandeng tiga arsitek ternama Thailand, SCG membangun tiga bangunan ruang publik di kawasan pantai Bangsaen, sekitar 85 km ke Selatan Bangkok. Tiga bangunan ini dimanfaatkan masyarakat sebagai ruang publik, sekaligus menjadi daya tarik arsitektur.

Sebagai pemimpin dalam industri bahan bangunan, SCG menawarkan konsep Progressive Living, sebuah karya arsitektur yang diciptakan melalui produk-produk yang dihasilkan SCG melalui inspirasi A Place We Stand Showcase @Bangsaen. Proyek ini telah diserahkan kepada wilayah Saensukdi Chonburi sejak 2014 untuk digunakan masyarakat umum. 

Anuvat Chalermchai, Brand Director SCG Cement-Building Materials mengatakan, “Dengan produk yang berkualitas dan varian yang lengkap. Kami menawarkan solusi yang menyeluruh dan menciptakan sebuah bangunan yang berkualitas dan bernilai estetik.” Berbagai produk seperti semen Portland, genteng, papan fiber semen, isolasi, pipa pvc, hardscape, dan lainnnya, memberikan kemudahan dalam menghasilkan bangunan yang ideal.
  
Untuk menguatkan konsep Progressive Living, SCG bekerjasama dengan tiga arsitek ternama Thailand untuk merancang dan membangun A Place We Stand Showcase @Bangsaen. Proyek ini menambah landmark pantai Bangsaen.

zoom

Live for Reading Room

Bangunan ini dirancang Duangrit Bunnag, sebuah perpustakaan mini dengan desain modern. Bangunan mengadaptasi kontur dan lingkungan sekitarnya, sehingga pengunjung tidak seperti berada di dalam ruangan saat membaca.

Bentuk bangunan berupa kubus persegi panjang yang terbuka, dengan dinding di kedua sisi yang memanjang. Akses masuk melalui bagian sisi lebar dengan pintu yang bisa ditutup dan dibiarkan terbuka lebar. Di dalamnya berderet buku-buku yang terjajar rapi di rak.

Area baca menempati bagian tengah di sepanjang bangunan. Memanfaatkan kayu dan material SCG berupa lembaran semi transparan sebagai dinding dan atap. Cahaya alami bisa masuk dengan leluasa, dan tentunya akan hemat energi.

zoom

The Flow
    
Bangunan kedua dirancang arsitek Twitee Vajrabhaya Teparkum, berupa paviliun serbaguna untuk berbagai kegiatan. Di desain dengan lantai yang tinggi dan dibuat terbuka tanpa dinding.

Bagian lantai dibuat dari beton solid yang dirancang menyerupai lembaran kertas bertekstur, dengan lipatan-lipatan sederhana membuat tampilannya unik seolah seluruh bagiannya menyatu tanpa sekat.

Lantainya menggunakan SCG Marine Cement, sejenis semen dengan campuran bahan kimia khusus yang memungkinkan beton yang dihasilkan tahan terhadap iklim laut dan pantai yang cukup ekstrem. "Kalau semen biasa yang digunakan di pantai akan mudah rusak, tapi dengan semen khusus ini menjadi lebih kuat," ujar Anuvat.

Konstruksi penyangga menggunakan tiang baja dengan bagian atap berjenjang dua lapis. Menggunakan dua material, lembaran semi transparan dan SCG SmartBoard. Keduanya disusun saling silang dengan celah di tiap lembarannya, sehingga mampu mengatur sirkulasi udara yang masuk ke bawah bangunan.

zoom

The Labyrinth
    
Bangunan ketiga diarsiteki Pitupong Chaowakul, sebuah area bermain untuk anak-anak dan dewasa. Ide desain adalah untuk memungkinkan anak-anak dan orang dewasa bermain dan berolah raga bersama, serta menikmati suasana alam pantai.

Sesuai namanya, bentuk bangunan publik ini dibuat seperti labirin. Hanya saja sang arsitek membuatnya dengan tidak mendatar, justru dibuat bangunan ke atas dengan struktur beton dari SCG. Lintasan labirin ini mengkombinasikan tangga-tangga dan lintasan pejalan kaki yang dinamakan 10 Calorie Tower.

Dengan bentuk yang unik, labirin ini menghasilkan struktur lintasan naik-turun, melingkar, dan berkelok yang membuat aktivitas olah raga lebih menyenangkan.

Comments

Leave a Comment

Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi bintanghome.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Required fields are marked with