Pemisahan Harta Gono-Gini

Share

Pertanyaan:
Saya seorang suami dalam proses perceraian dengan istri di Pengadilan Agama Garut, Jawa Barat. Dalam 9 tahun masa perkawinan kami dikaruniai seorang anak laki-laki (5 tahun). Kami juga mempunyai rumah di Garut dan sebidang tanah di daerah lain. Karena kami berdua bekerja, maka uang bersamalah yang dipakai untuk membeli rumah di Garut. Tapi sertifikat tersebut atas nama istri saya. Sementara sertipikat tanah seluas 2 hektar di daerah atas nama saya, dan saya telah membuat wasiat agar kelak tanah tersebut diberikan kepada anak kami.

Pertanyaan saya adalah:

  1. Apakah setelah bercerai, rumah di Garut otomatis menjadi milik istri saya melihat sertifikatnya atas namanya?
  2. Apakah tanah di daerah bisa dibaliknamakan menjadi atas nama anak saya sesuai surat wasiat, mengingat anak saya masih di bawah umur?

Jawaban:
Terlepas dari masalah perceraian Anda, ada hal-hal prinsip yang harus diketahui untuk pembagian harta tersebut (sebuah rumah di Garut dan sebidang tanah), yaitu antara lain:

  1. Harta yang timbul dalam masa perkawinan adalah harta gono-gini, yaitu harta bersama suami istri, sepanjang tidak ada pernyataan pisah harta (janji kawin). Walaupun sertifikat tanahnya memakai atas nama istri atau suami, itu tidak berarti miliknya berasal dari salah satu pihak. Dengan demikian rumah yang di Garut, termasuk harta gono-gini yang akan dibagi bersama.
  2. Pada prinsipnya, balik nama sertifikat kepada anak di bawah umur dapat dilakukan. Karena anak di bawah umur pun dapat menerima hak (balik nama sertifikat). Yang tidak boleh adalah melakukan perbuatan hukum, seperti menandatangani jual-beli atau dokumen hukum lainnya. Kalau harus, maka dapat dilakukan oleh walinya.

Namun dalam masalah Anda balik nama sertifikat tidak dilakukan dengan alasan hukum. Wasiat tersebut berlaku setelah Anda meninggal dunia, jadi pengalihan haknya dapat dilakukan dengan cara hibah. Hak Anda pada tanah tersebut hanya sebagian, karena itu termasuk harta gono-gini, yang mana istri Anda juga berhak.


Share

Comments  

+1 #4 irmayani amir 2012-06-12 14:41
dear..redaksi bintang home... saya adalah pelanggan setia tabloid bintang home...sampai sy punya lemari khusus untuk menyimpan koleksi tabloid saya. saya sangat seneng dengan perkembangan Tabloid Bintang Home yg smakin hari semakin pariatif dalam perwajahan maupun artikel2x. Cuma sejak edisi 191 tahun 2011 (Lounching wajah baru) saya pribadi ada yg hilang dari tabliodku ini, karna d rubrik At Home With... tdk d munculkan lagi Fasad Bangunan (Nampak Depan) rumah2x (Terakhir yg nampak fasad rumah Indra Bekti). Pdhal salah satu yg membuat sy tdk mau ketinggalan 1 edisipun untuk mengoleksi Tabloid Home adalah Rubrik ini, karena bisa melihat rumah-rumah idola saya . Jadix untuk mengobati kangen saya sy lbh sering membuka koleksi Tabloid Home saya yang edisi lama. :
Quote
0 #3 irmayani amir 2012-06-12 14:16
Mau nanya kenapa ya...sejak edisi terbaru Bintang Home tahun 2011...kok Fasad Bangunan (nampak depan) rumah-rumah di rubrik At Home With... tidak ada lagi ya... soalx...yg sering kita jadikan inspirasi untuk membangun rumah kan biasax fasad bangunannya.
Quote
0 #2 Bintang Home 2012-05-28 16:53
Salam Mas Roki.
Redaksi menerima pertanyaan melalui fax atau e-mail seputar hukum dan properti. Silahkan cantumkan pertanyaan untuk rubik "Konsultasi Hukum dan Properti" dan kirim ke /

terimakasih
Quote
+1 #1 Roki 2012-05-26 04:59
Masalah warisan ayah saya 2kali nikah krn ibu saya meninggal ketika ayah saya meninggal kami anak dari istri pertama terasa terasing dari ibu tiri dan saudara tiri dan hak kami ats rumah itu tdk ada krn ibu tiri telah mengambil ahli waris dari keayah saya dan saya mau menanyakan gimana kami anak dr istri pertama dari ayah dpt warisan yg ditinggalin sama kami dan gmn supaya kami bisa menuntut hak kami sekian dan terimakasih
Quote

Add comment


Security code
Refresh

mbi-bintang-online mbi-tabloid-bintang mbi-bintang-home mbi-home-living mbi-aura mbi-wonder-teen