Bertanam Sayur Organik di Halaman Rumah

Share

sayur-organik

Kini semakin banyak orang yang sadar akan makanan sehat. Tren makanan serba organik yang tidak menggunakan obat-obatan kimia pun semakin digandrungi. Tahukah Anda, kita juga bisa menghasilkan makanan organik dengan memanfaatkan halaman rumah dengan luasan terbatas. Adalah Yos Tanubrata (70) yang telah mencobanya. “Menanam sayur organik di halaman rumah sangat mudah sekali,” seru Yos.

Tanpa pupuk kimia
Namanya saja sayur organik, tentu saja tidak menggunakan pupuk kimia. Untuk media tanamnya, kita cukup menggunakan tanah, sekam bakar dan pupuk kandang. Semuanya dicampur dengan perbandingan 2:1:1 antara tanah, pupuk kandang dan sekam bakar. Sekam bakar diperlukan agar media tanamnya gembur sehingga akar tanaman sayur bisa mencari makanan dengan mudah. Untuk pupuk kandangnya, gunakan pupuk kandang dari kotoran kambing. Selain mudah didapat, kotoran kambing bersifat kering. “Kotoran sapi bersifat basah dan kebanyakan yang dijual itu belum matang dan terlalu panas, tidak baik untuk tanaman,” jelas Yos. Namun sebelum digunakan, pupuk kandang kambing tersebut harus ditumbuk terlebih dahulu sampai halus sebelum diaduk dengan tanah dan sekam bakar. Pupuk kandang hanya diberikan saat awal karena jika terlalu banyak pupuk mengakibatkan daun sayuran mengeriting.
Ada anggapan, sayur organik mudah diserang hama dan penyakit, namun Yos telah membuktikan itu tidak benar. Sayur-sayur yang ia tanam di halaman rumahnya terlihat sehat juga subur. “Kalaupun ada hama, hanya ulat dan kutu,” buka Yos. Ulat bisa diberantas secara manual, tinggal dicari dan dimatikan dengan tangan. Untuk kutu, juga bisa secara manual diambil deng

Pot atau talang
Tidak sulit mencari wadah tanamnya. Pot biasa, ember, kaleng bekas cat, bahkan talang air bisa digunakan sebagai wadahnya. Yos menggunakan pot dan talang sebagai wadah tanam sayur organik. “Talang mudah dibeli di toko material. Potong sepanjang yang kita inginkan sesuai luas halaman kita, lalu tutup kedua ujungnya. Isi dengan media tanam. Sangat mudah,” seru Yos. Sebelumnya lakukan pembibitan dengan menyebar benih sayur (banyak dijual di toko-toko tanaman hias, -red) di atas tanah yang subur. Setelah 10 hari, pindahkan ke pot masing-masing 1 bibit per pot. “Agar tumbuhnya bagus, 1 bibit untuk 1 pot,” ujar Yos. Jika wadahnya talang, beri jarak secukupnya agar sayur dapat tumbuh baik. Dalam waktu sekitar sebulan, sayur sudah bisa dipanen.
Keinginan untuk sehat, itulah yang mendorong niat Yos untuk menanam sayur sendiri secara organik di halaman rumahnya. Kangkung, Caisin, Caisin keriting, Terong, Cabe, Bayam, beberapa jenis sayur yang telah dicobanya dan tumbuh dengan baik. Selain hasilnya bisa dikonsumsi sendiri, Yos dan istri juga selalu membagi-bagikan kepada tetangga sekitar dan teman-teman. “Sebaiknya tanam secara bertahap, tidak sekaligus, agar kita bisa panen berturut-turut,” saran Yos yang berharap hal baik yang dilakukannya bisa menular kepada orang lain. Jadi tunggu apalagi, mari manfaatkan pekarangan rumah untuk menanam sayur secara organik.

sayur-organik-terong


Share

Add comment


Security code
Refresh

mbi-bintang-online mbi-tabloid-bintang mbi-bintang-home mbi-home-living mbi-aura mbi-wonder-teen