Retaining Wall

Share

retaining-wall-1

Indah dan Teratur di Lahan Berkontur
Lahan berkontur dapat menjadi sebuah kendala dalam mendesain hunian, namun memiliki kelebihan secara estetika. Salah satu elemen yang sering ditemui pada lahan berkontur adalah retaining wall atau dinding penahan. Selain lebih teratur, penggunaan retaining wall juga dapat membuat ketinggian muka tanah terlihat lebih indah. Berbagai kesan di Taman dapat dimunculkan dengan material-material yang digunakannya.

Fungsi dan aplikasinya
Retaining wall merupakan dinding penahan yang berfungsi menahan, membatasi dan menstabilkan tanah. Biasanya retaining wall dibuat untuk membatasi area yang dijadikan fungsi, misalnya area sirkulasi. Tujuannya agar area tersebut lebih aman dari erosi dan terlihat lebih teratur. Aplikasinya hanya untuk pencegahan erosi kecil, sehingga tidak memerlukan daya tahan yang ekstra. Karena itu, retaining wall di Taman dapat dijadikan elemen dekorasi dengan berbagai jenis material pembentuknya. Tentu tanpa kehilangan fungsi utamanya sebagai penahan.

Resapan dan saluran air di bagian bawahnya perlu diperhatikan untuk menjaga kestabilan dan kelembaban tanah. Gunakan urugan kerikil atau pipa saluran air di bagian bawahnya jika diperlukan. Apabila tanah yang akan ditahan dirasa terlalu tinggi, retaining wall dapat dibuat dengan dua atau tiga undakan. Jika tidak ingin dibuat berundak, permukaan bagian bawahnya dapat dibuat lebih tebal agar lebih kuat.

Berbagai jenis retaining wall

  • Retaining wall beton, digunakan untuk kemampuan menahan yang lebih kuat. Jika tidak ingin terlihat simpel, kita dapat membentuknya menjadi batu alam artifisial atau melapisinya dengan batu alam yang berfungsi sebagai elemen dekoratif. Bahan beton dianggap yang paling kuat dan paling mahal dalam pembuatannya.
  • Retaining wall kayu, biasanya diaplikasikan di area yang lebih kecil dengan undakan yang tidak tinggi. Kemampuan menahannya tidak sekuat retaining wall yang berbahan beton. Diperlukan juga balok-balok penopang di konstruksinya agar fungsi penahannya optimal. Karena retaining wall berada di area luar, sebaiknya gunakan kayu yang tahan cuaca. Lapisan anti air juga perlu diaplikasikan di antara kayu dan tanahnya agar kelembaban tanah tidak membuat kayu mudah lapuk. Jika hunian didominasi material kayu, retaining wall jenis ini cocok untuk menyelaraskannya.
  • Paving block beton, merupakan material retaining wall yang paling populer karena kemudahan dalam pengaplikasikannya. Kita dapat dengan mudah membuat retaining wall sendiri dengan bahan ini. Bentuknya yang simetris dan presisi membuat pemasangannya menjadi mudah. Jika tekanan tanah tidak terlalu kuat, kita dapat mengaplikasikan paving block tanpa perekat.
  • Retaining wall batu alam, merupakan yang paling kuat karakter naturalnya. Aplikasinya cocok digunakan di hunian bergaya tropis natural. Jangan ragu menggunakan berbagai ukuran batu, karena kombinasi ukuran tersebut akan membuat retaining wall tampak lebih indah. Pengaplikasiannya cukup sulit, karena kita harus menyesuaikan berbagai ukuran batu untuk menghasilkan permukaan yang rata. Batu-batu tersebut juga perlu direkatkan dengan acian semen agar kuat.
retaining-wall-2retaining-wall-3