Jenis dan Bahan Batu Alam Buatan

Share

jenis-dan-bahan-batualam

Bagaimana sebuah batu alam yang seharusnya kita dapat dari alam, bisa kita buat? Tergantung kreativitas manusia. Adalah produsen-produsen material bagunan yang biasa ‘bermain’ di pasir, semen, beton, keramik, akrilik dan silikat yang berhasil mengolah bahan-bahan bakunya menjadi material baru yang disebut batu alam buatan. Berikut ini penjelasannya secara detail.

Batu alam buatan dari bahan dasar beton
Beton pada umumnya terbuat dari campuran pasir dan semen. Ditambah zat aditif lainnya, jadilah material baru yang disebut batu alam buatan. Penampilannya sangat mirip dengan batu alam asli. Beberapa perusahaan memproduksi material pengganti batu alam ini. Masing-masing menggunakan penambahan zat aditif yang berbeda-beda untuk menghasilkan inovasi batu alam buatan yang berbeda pula.
PT Cisangkan, salah satu perusahaan yang memproduksi material batu alam buatan, menambahkan campuran aditif pada bahan dasar beton berupa berupa batuan kecil, kerikil maupun serbuk sisa-sisa batu alam. Tergantung jenis batu alam yang dibuat. Perusahaan ini bahkan bisa membuat replika batu alam dalam 5 jenis, antara lain Batu Goa yang berpori-pori besar, Batu Susun Sirih berupa potongan kecil-kecil, sehingga bisa dipasang secara susun sirih, Baru Groove, jenis batu yang memiliki permukaan bergaris horizontal. Batu Stripstone, bergaris-garis vertikal tipis dengan permukaan kasar, memiliki 2 warna, natural dan hitam, Batu Bali, merupakan replika yang menyerupai batu alam yang bernama sama, Batu Stilestone, batu alam buatan yang penampilannya berwarna homogenus dengan ukuran dari kecil sampai besar.
Penambahan akrilik polimer pada bahan dasar beton merupakan kreasi PT. Wairau Indostone menghasilkan material baru, batu alam buatan. Pertamakali dikembangkan di Australia dan sukses di Selandia Baru, kini diproduksi di Indonesia. Bahan baku terdiri dari pasir, semen, akrilik, polimer, batu alam, pewarda dan bahan lain diolah dan dicetak dengan mengambil tekstur batu alam. Penempatan material ini bisa pada dinding maupun lantai rumah. Kelebihannya, kedap air dan tahan cuaca.
Ada lagi perusahaan yang memproduksi material pelapis bidang dari bahan beton campur kalsium silikat, tampil dengan merk Woodplank Elephant. Sebenarnya produk ini disebut pengganti kayu, namun dengan perkembangan teknologi, motif permukaan material ini bisa saja seperti batu alam. Bidang permukaan yang bisa di-finishing dengan produk ini adalah dinding, plafon dan listplank. Bentuknya papan memanjang. Penempatan di dinding eksterior rumah yang di-finishing dengan produk Woodplank Elephant bermotif batu alam membuat tampilan rumah jadi terlihat sangat natural.

Vinil dan keramik bermotif marmer
Marmer dan granit untuk bahan pelapis lantai juga termasuk batu alam. Harganya yang mahal dan penanganannya yang sulit membuat material ini hanya diambil motifnya saja. Motif marmer sering diambil untuk permukaan material lain yang memungkinkan, misalnya vinil dan keramik. Vinil terbuat dari bahan PVC (Poly Vinyl Chloride). Meskipun hanya tiruan namun vinil bermotif marmer ini punya beberapa kelebihan, antara lain harganya jauh lebih murah dari marmer, bobotnya ringan, sehingga tidak membebani pondasi rumah. Selain itu pemasangannya mudah, serta tidak membutuhkan perawatan sesulit marmer sungguhan.
Hingga kini keramik masih menjadi primadona material penutup lantai. Dengan kemajuan teknologi, keramik pun bisa diproduksi dengan berbagai motif, termasuk motif-motif marmer, granit dan batu alam. Lantai dan dinding untuk area outdoor bahkan bisa di finishing dengan permukaan kasar layaknya sebuah batu alam. Begitu banyak perusahaan yang memproduksi keramik, semuanya mengklain menyediakan varian motif batu alam. Hal ini membuktikan bahwa motif batu alam yang berkesan natural masih sangat digemari para konsumen keramik untuk rumah mereka.

jenis-dan-bahan-batualam-1


Share

Add comment


Security code
Refresh

mbi-bintang-online mbi-tabloid-bintang mbi-bintang-home mbi-home-living mbi-aura mbi-wonder-teen